BUVA: Rp104 Miliar Mengendap, Tapi Minta Rp1,53 Triliun Lagi
Trending Sekarang

Investasi

BUVA: Rp104 Miliar Mengendap, Tapi Minta Rp1,53 Triliun Lagi

Catatan Editorial

Direksi BUVA meminta tambahan dana Rp1,53 triliun ketika masih terdapat Rp104 miliar dana rights issue sebelumnya yang belum direalisasikan.

Key facts

  • Sisa dana PMHMETD sebelumnya Rp104 miliar belum terserap dan mengendap di Bank Mandiri
  • Narasi resmi menyebut suntikan dana baru mendesak untuk ekspansi proyek operasional
martini-ramadhani

martini-ramadhani

03-08-2026

Artikel Disimpan

Bacaan Mendalam

Artikel Terbaru

BUVA: Rp104 Miliar Mengendap, Tapi Minta Rp1,53 Triliun Lagi Investasi
03-08-2026

BUVA: Rp104 Miliar Mengendap, Tapi Minta Rp1,53 Triliun Lagi

Narrative

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) tengah menjadi sorotan pasar dengan rencana PMHMETD II senilai Rp1,53 triliun yang melibatkan penerbitan 6,15 miliar saham baru di harga Rp250 per lembar.

Principle

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) tengah melakukan upaya rekapitalisasi melalui PMHMETD II senilai Rp1,53 triliun di tengah volatilitas pasar dan profil utang yang rendah.

GIIAS 2026: Perang Cicilan Sembunyikan Risiko Kredit Industri
02-08-2026

GIIAS 2026: Perang Cicilan Sembunyikan Risiko Kredit

Narrative

Pameran GIIAS 2026 menjadi ajang krusial bagi APM untuk mendongkrak penjualan di tengah tantangan daya beli kelas menengah yang melemah. Tren pasar bergeser ke arah elektrifikasi dengan debut merek baru seperti Changan dan penguatan lini EV dari BMW, Chery, hingga Xpeng.

Principle

GIIAS 2026 menjadi ajang perang diskon dan penetrasi masif merek China guna memperebutkan pangsa pasar otomotif Indonesia yang stagnan. Produsen menggunakan pameran sebagai instrumen taktis untuk menjaga arus kas, menghabiskan stok, dan membangun fondasi merek.

Negara Menyewa Marketplace Jadi Petugas Pajak Bisnis
01-08-2026

Negara Menyewa Marketplace Jadi Petugas Pajak

Narrative

Pemerintah melalui DJP resmi menerapkan kebijakan pemungutan PPh Pasal 22 pada marketplace mulai 1 Agustus 2026, yang menyasar pedagang online dengan omzet di atas Rp 500 juta per tahun dengan tarif 0,5 persen. Kebijakan ini ditekankan sebagai penyederhanaan administrasi, bukan pajak baru.

Principle

Pemerintah mengalihkan tanggung jawab pungutan pajak dari pedagang ke marketplace melalui PMK Nomor 37 Tahun 2025 untuk mendigitalisasi pengawasan pajak. Fokus utama adalah meningkatkan tax ratio yang stagnan/menurun dengan memformalitaskan ekonomi digital.

Membongkar Opini Audit di Balik Laporan Keuangan PT Pos Investasi
30-07-2026

Membongkar Opini Audit di Balik Laporan Keuangan PT Pos

Narrative

Auditor menemukan indikasi rekayasa laporan keuangan, termasuk penggelembungan aset dan pendapatan fiktif, yang berujung pada koreksi pembukuan senilai Rp9 triliun.

Principle

Audit Danantara menemukan indikasi rekayasa keuangan senilai Rp9 triliun, memicu mundurnya Direktur Utama Daud Joseph setelah tiga bulan menjabat.

Misteri Pelunasan Sukuk PT Pos Indonesia di Tengah Krisis Investasi
30-07-2026

Misteri Pelunasan Sukuk PT Pos Indonesia di Tengah Krisis

Narrative

PT Pos Indonesia telah menuntaskan kewajiban pembayaran imbal hasil sukuk senilai Rp24,11 miliar pada 24 Juli 2026, setelah sempat mengalami keterlambatan yang memicu pemangkasan peringkat kredit ke level C(idn) oleh Fitch Ratings.

Principle

PT Pos Indonesia mengalami krisis likuiditas dan tata kelola yang terungkap melalui gagal bayar imbal hasil sukuk Rp24,11 miliar pada Juli 2026.

TINS Menambang Defisit yang Menopang Marginnya Sendiri Industri
29-07-2026

TINS Menambang Defisit yang Menopang Marginnya Sendiri

Narrative

PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan kinerja impresif pada Semester I-2026 dengan laba bersih Rp2,71 triliun, didorong oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah global yang meningkat 56,68%.

Principle

PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan menjadi Rp2,71 triliun pada Semester I-2026, didorong oleh kenaikan harga timah dunia sebesar 56,68% dan volume penjualan.

IPO Kopi Kenangan: Siapa yang Menandatangani P/E 58x? Investasi
28-07-2026

IPO Kopi Kenangan: Siapa yang Menandatangani P/E 58x?

Narrative

Kenangan Group sedang dalam tahap awal menjajaki IPO dengan target perolehan dana sekitar US$1 miliar. Meski Bursa Singapura disebut sebagai salah satu lokasi potensial, manajemen menegaskan belum ada keputusan final terkait valuasi atau waktu eksekusi.

Principle

Kopi Kenangan sedang menjajaki IPO dengan target dana Rp18 triliun, dipicu oleh kebutuhan monetisasi investor awal dan pendanaan ekspansi global.

Setahun Setelah IPO, Dana Fore Masih Mengendap di Giro Investasi
27-07-2026
Bagian 2 dari Dana IPO FORE: Bensin Ekspansi atau 'War Chest' Rahasia?

Setahun Setelah IPO, Dana Fore Masih Mengendap di Giro

Narrative

Laporan keuangan semester I 2026 menunjukkan pendapatan mencapai Rp1 triliun dengan laba bersih Rp56,49 miliar, mengonfirmasi kemampuan perusahaan mendanai ekspansi secara mandiri melalui arus kas operasional yang kuat.

Principle

Realisasi dana IPO per Juni 2026 mencapai Rp166,71 miliar (49,44%), dengan sisa Rp170,48 miliar masih tersimpan di giro Bank Mandiri, mengonfirmasi fungsi dana sebagai cadangan strategis (war chest) alih-alih sekadar modal kerja rutin.

Menguji Valuasi Transfer Aset Anak Usaha Bank ke Danantara Investasi
26-07-2026

Menguji Valuasi Transfer Aset Anak Usaha Bank ke Danantara

Narrative

Menyoroti kinerja impresif PT Bank Mandiri Tbk yang mencatatkan laba bersih Rp 30,4 triliun pada semester pertama 2026, ditopang oleh pertumbuhan kredit yang masif di sektor produktif.

Principle

Bank Mandiri mencatatkan profitabilitas solid didorong oleh ekspansi kredit korporasi dan efisiensi digital. Meskipun laba tumbuh 24,4%, terdapat tekanan struktural pada margin bunga bersih (NIM) akibat biaya dana yang tinggi.

Kasus Korupsi Batu Bara PLTU: Tiga Tersangka Baru Ditetapkan Industri
26-07-2026
Bagian 2 dari Kejagung Menyidik Bekas Petingginya: Sinergi Palsu Rp5T?

Kasus Korupsi Batu Bara PLTU: Tiga Tersangka Baru Ditetapkan

Narrative

Kasus hukum yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah kini menjadi fokus utama, dengan penetapan dirinya sebagai tersangka kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Principle

Kasus Febrie Adriansyah adalah konfrontasi kekuasaan internal Kejaksaan yang dipicu oleh penyidikan Polri terkait korupsi batu bara PLTU senilai Rp5 triliun.