Doktrin BI: Dari Senjata Bunga ke Rekayasa Pasokan Valas
Trending Sekarang

Industri

Doktrin BI: Dari Senjata Bunga ke Rekayasa Pasokan Valas

Catatan Editorial

Dengan sengaja menahan BI Rate di 5,75% dan mengalihkan pertahanan rupiah ke retensi DHE serta insentif swap, BI memindahkan beban stabilitas kurs dari neracanya sendiri ke kepatuhan eksportir dan kapasitas bank penampung.

Key facts

  • BI menahan BI Rate 5,75% di tengah yield UST 4,7% sehingga carry trade tidak menarik
  • Insentif swap diperkuat dan PP 21/2026 (DHE SDA) diandalkan sebagai mekanisme stabilisasi baru
  • Instrumen kuantitas bekerja lebih lambat dari koreksi bunga sehingga tekanan bisa langsung terlihat di kurs spot
dhanipro

dhanipro

24-07-2026

Artikel Disimpan

Bacaan Mendalam

Artikel Terbaru

Vonis Nadiem: Kebijakan Jadi Korupsi, Siapa Tanggung Risiko? Industri
02-07-2026

Vonis Nadiem: Kebijakan Jadi Korupsi, Siapa Tanggung Risiko?

Narrative

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim resmi divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat terkait kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook. Selain hukuman badan dan denda Rp1 miliar, Nadiem dibebankan uang pengganti sebesar Rp809,5 miliar. Putusan ini diwarnai oleh dissenting opinion dari hakim anggota Andi Saputra yang menilai tidak adanya niat jahat (mens rea) dari terdakwa.

Principle

Vonis terhadap Nadiem Makarim merepresentasikan titik temu yang krusial antara diskresi kebijakan publik dan kepentingan korporasi swasta. Putusan pengadilan bertumpu pada hubungan antara Permendikbud Nomor 5 Tahun 2021, yang mewajibkan standar teknologi tertentu (Chrome OS), dengan investasi Google selanjutnya ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB), perusahaan yang didirikan oleh terdakwa.