15%

RETORIS.ID staff

Martini Ramadhani

03-Mar-2024

Saham-saham Terjerembab di Tengah Pelemahan IHSG: Fokus pada Grup Bakrie

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan selama sepekan 19-23 Februari 2024, seiring dengan sentimen negatif dari pasar global dan domestik. IHSG ditutup melemah 2,34% pada level 5.432,17 pada Jumat (23/2/2024), setelah sempat menyentuh level terendah 5.398,76. Sejumlah faktor yang mempengaruhi pelemahan IHSG antara lain adalah penurunan harga minyak mentah dunia, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, dan ketidakpastian politik menjelang pemilu presiden 2024.

Pexels

Di tengah pelemahan IHSG, terdapat beberapa saham yang mengalami penurunan signifikan, bahkan hingga mencapai batas bawah atau auto reject. Salah satu kelompok saham yang paling terjerembab adalah Grup Bakrie, yang meliputi PT Ancara Logistics Indonesia Tbk. (ALII) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR). Saham ALII turun 86,89% menjadi Rp770 per lembar, sementara saham VKTR merosot 64,71% menjadi Rp196 per lembar. Kedua saham ini merupakan saham baru yang baru saja melantai di bursa pada akhir tahun 2023.

Penurunan saham Grup Bakrie ini diduga dipengaruhi oleh kinerja keuangan yang buruk, utang yang menumpuk, dan isu restrukturisasi. Menurut laporan keuangan per September 2023, ALII mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,02 triliun, meningkat 1.072% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, VKTR juga mengalami rugi bersih sebesar Rp1,18 triliun, naik 1.062% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kedua perusahaan ini juga memiliki utang jangka panjang yang cukup besar, yaitu Rp3,8 triliun untuk ALII dan Rp4,1 triliun untuk VKTR.

Selain itu, isu restrukturisasi juga menjadi salah satu faktor yang menekan saham Grup Bakrie. Menurut berita yang beredar, Grup Bakrie sedang melakukan negosiasi dengan para kreditur untuk merevisi skema pembayaran utang yang sebelumnya disepakati pada tahun 2017. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai hasil negosiasi tersebut. Beberapa analis menilai bahwa restrukturisasi utang Grup Bakrie akan sulit dilakukan, mengingat kondisi keuangan yang memburuk dan prospek bisnis yang tidak menjanjikan.

Selain Grup Bakrie, saham-saham lain yang juga mengalami penurunan tajam adalah PT Pulau Subur Tbk. (PTPS), PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. (AHAP), PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. (SMLE), dan PT Ecocare Indo Pasifik Tbk. (HYGN). Saham PTPS turun 69,23% menjadi Rp50 per lembar, saham AHAP turun 66,67% menjadi Rp100 per lembar, saham SMLE turun 65,22% menjadi Rp80 per lembar, dan saham HYGN turun 63,64% menjadi Rp100 per lembar. Penurunan saham-saham ini juga dipicu oleh kinerja keuangan yang mengecewakan, rendahnya likuiditas, dan minimnya informasi korporasi.

Dengan demikian, saham-saham terpuruk ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih rentan terhadap gejolak eksternal dan internal. Investor perlu berhati-hati dalam memilih saham-saham yang memiliki fundamental yang baik, prospek yang cerah, dan transparansi yang tinggi. Selain itu, investor juga perlu memperhatikan faktor-faktor makroekonomi dan politik yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG.

Topik : saham ihsg
Similar Posts

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar