15%

RETORIS.ID kontributor

Dhanipro

21-Jun-2024

Indonesia: Pusat Nikel Dunia, Siapa yang Benar-Benar Untung?

Indonesia sebagai pusat nikel dunia menghadapi tantangan emisi lingkungan, dominasi asing, dan ketidakmerataan ekonomi. Artikel ini membahas bagaimana Indonesia dapat memaksimalkan keuntungan dari hilirisasi nikel dengan model berkelanjutan, regulasi ketat, dan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.

tempo.co

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, menempatkannya sebagai pusat strategis untuk rantai pasokan baterai kendaraan listrik global. Dengan potensi untuk mendominasi lebih dari 75% produksi nikel dunia pada tahun 2030, Indonesia memegang kendali atas sumber daya vital ini yang menjadi pusat nikel di dunia. Namun, pertanyaan yang muncul adalah siapa yang benar-benar mendapatkan keuntungan dari kekayaan nikel Indonesia?

Potensi Besar dan Tantangan

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi penentu harga nikel di dunia. Sebagai pemilik cadangan nikel terbesar, Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat untuk menentukan harga dan mengendalikan pasar.

Namun, Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya:

  • Emisi dan kerusakan lingkungan: Eksploitasi nikel yang tidak terkendali dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, termasuk pencemaran laut, deforestasi, dan emisi karbon tinggi.
  • Dominasi asing: Banyak perusahaan asing, terutama dari China. Mereka memegang kendali atas pengolahan nikel di Indonesia yang mengundang pertanyaan tentang, apakah Indonesia benar-benar mendapatkan keuntungan dari hilirisasi ini?.
  • Kesenjangan ekonomi: Meskipun hilirisasi nikel menghasilkan pertumbuhan ekonomi di beberapa wilayah, keuntungan tersebut belum merata dirasakan oleh seluruh masyarakat, terutama di daerah penambangan.

Apa itu Hilirisasi Nikel?

Hilirisasi nikel adalah proses pengolahan nikel mentah menjadi produk bernilai tambah seperti feronikel dan baterai. Ini merupakan langkah strategis Indonesia untuk meningkatkan nilai ekonomi dari sumber daya nikel.

Namun, beberapa ekonom mengungkapkan kekhawatiran tentang model hilirisasi yang dijalankan Indonesia. Faisal Basri, ekonom senior INDEF, mengungkapkan bahwa sebagian besar nilai tambah dari hilirisasi nikel justru dinikmati oleh perusahaan China.

Faisal mengatakan, "Hilirisasi nikel di Indonesia seolah-olah hanya mengubah pemilik nikel dari negara asing ke negara asing lain. Nilai tambah yang dihasilkan lebih banyak dinikmati oleh pihak China, sementara Indonesia hanya mendapatkan sebagian kecil saja."

Data yang diungkap Faisal menunjukkan bahwa peningkatan PDRB di daerah penambangan tidak diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa keuntungan dari hilirisasi nikel belum merata dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Membangun Model Hilirisasi yang Berkelanjutan

Untuk memastikan Indonesia benar-benar mendapatkan keuntungan dari kekayaan nikel, diperlukan langkah-langkah konkret untuk membangun model hilirisasi yang berkelanjutan.

Berikut beberapa saran yang dapat diperhatikan:

  1. Meningkatkan kualitas tenaga kerja: Indonesia perlu meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar mereka dapat mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik di industri hilirisasi nikel.
  2. Memperkuat regulasi dan transparansi: Regulasi yang jelas dan transparan diperlukan untuk menjamin keadilan dan keuntungan yang merata bagi seluruh pihak, terutama masyarakat setempat.
  3. Mendorong investasi lokal: Indonesia perlu mendorong investasi lokal di industri hilirisasi nikel untuk meningkatkan partisipasi dan keuntungan bagi warga Indonesia.
  4. Memperhatikan aspek lingkungan: Indonesia perlu menetapkan standar lingkungan yang ketat untuk mengurangi dampak negatif dari penambangan dan pengolahan nikel terhadap lingkungan.

Kesimpulan

Indonesia memiliki potensi besar untuk mendominasi pasar nikel dunia. Namun, kesuksesan tersebut harus diiringi dengan model hilirisasi yang berkelanjutan dan merata. Indonesia perlu memastikan bahwa keuntungan dari kekayaan nikel benar-benar dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya oleh segelintir orang atau perusahaan asing.

Langkah-langkah konkret diperlukan untuk memastikan hilirisasi nikel berjalan sesuai dengan kepentingan nasional dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Referensi

  • Filippino, M. (2023, October 26). Transcript: Indonesia’s nickel is a gold mine. Financial Times. https://www.ft.com/content/f9e00fb0-c7c1-42c8-b5f2-4c2934b70466
  • CNBC Indonesia. (2024, June 20). RI Bisa Jadi Penentu Harga Nikel Cs Dunia, Ini Buktinya. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20240620223126-4-547997/ri-bisa-jadi-penentu-harga-nikel-cs-dunia-ini-buktinya
  • Kontan.co.id. (2024, June 4). Ekonom Faisal Basri Ungkap Hilirisasi Nikel Hanya Untungkan Pihak China, Ini Datanya. Kontan.co.id. https://nasional.kontan.co.id/news/ekonom-faisal-basri-ungkap-hilirisasi-nikel-hanya-untungkan-pihak-china-ini-datanya
Topik : analisa
Similar Posts

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar