15%

RETORIS.ID staff

Martini Ramadhani

01-Jun-2024

Earnings Per Share: Definisi, Formula, dan Contoh

Di dunia investasi, pemahaman mendalam tentang indikator kinerja keuangan menjadi kunci utama dalam membedakan antara investasi yang menguntungkan dan merugi. Salah satu indikator tersebut adalah "earnings per share" (EPS), yang sering dianggap sebagai barometer kesehatan keuangan sebuah perusahaan. 

Tetapi, apa itu earnings per share dan mengapa penting bagi investor untuk memahaminya? EPS, merupakan salah satu metrik yang paling banyak diperhatikan dalam analisis fundamental saham. Hal ini mengukur bagian laba perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar sahamnya, menawarkan gambaran mengenai kekuatan finansial perusahaan dari waktu ke waktu.

Artikel ini akan menjelaskan secara mendetail mengenai apa itu EPS saham, rumus earning per share, serta bagaimana cara menghitung EPS secara praktikal. Kami juga akan memberikan contoh dan studi kasus untuk memperjelas bagaimana EPS dapat digunakan dalam membuat keputusan investasi yang informasi. 

Apakah Anda seorang investor pemula yang ingin memahami lebih jauh mengenai EPS dalam dunia saham, atau seorang profesional yang sedang mencari cara hitung EPS yang lebih efektif, artikel ini menyediakan wawasan yang Anda butuhkan untuk memahami dan menerapkan konsep earnings per share dalam analisis keuangan Anda.

Apa itu Earnings Per Share (EPS)?

Earnings Per Share (EPS) merupakan indikator kinerja keuangan yang sangat penting, terutama bagi investor yang ingin mengevaluasi efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba bersih relatif terhadap jumlah saham yang beredar di pasaran. Dalam pengertian sederhana, EPS dihitung dengan membagi laba bersih perusahaan, setelah dikurangi dividen saham preferen, dengan jumlah rata-rata saham biasa yang beredar selama periode tertentu.

Pengertian dan Rumus Dasar EPS

EPS menawarkan gambaran tentang seberapa banyak laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap saham yang beredar. Ini adalah ukuran yang menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi para pemegang sahamnya. Semakin tinggi nilai EPS, semakin baik kinerja keuangan perusahaan tersebut, yang menandakan bahwa perusahaan tersebut mampu menghasilkan laba yang lebih banyak untuk setiap lembar saham yang dimiliki oleh investor.

Cara Menghitung EPS

  1. Tentukan laba bersih perusahaan setelah dikurangi dividen saham preferen.
  2. Hitung jumlah rata-rata saham biasa yang beredar selama periode tersebut.
  3. Bagi laba bersih yang telah dikurangi dividen saham preferen dengan jumlah saham yang beredar.

Rumus dasar untuk menghitung EPS adalah sebagai berikut:

\(EPS = {Laba \ Bersih - Dividen \ Saham \ Preferen \over Jumlah \ Saham \ Biasa \ Akhir \ Periode \ yang \ Beredar}\)

Pentingnya EPS bagi Investor

EPS adalah indikator penting yang digunakan oleh investor untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Ini tidak hanya mencerminkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang sahamnya tetapi juga berfungsi sebagai indikator profitabilitas perusahaan. Dengan demikian, EPS sering menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi.

Memahami EPS dan bagaimana cara menghitungnya memberikan wawasan yang berharga bagi investor dalam menilai potensi investasi saham. Melalui analisis EPS, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih objektif dan strategis.

Contoh dan Studi Kasus

Contoh Penerapan dalam Perusahaan

Penerapan kebijakan financial leverage meningkatkan nilai hutang perusahaan, yang berarti perusahaan harus menanggung biaya modal dan risiko finansial yang lebih tinggi. Hal ini berpengaruh signifikan terhadap Earning Per Share (EPS) perusahaan (Hamid dan Kusrina, 2015). Sebagai contoh, PT XYZ memiliki laba bersih sebesar Rp 14 miliar pada kuartal ketiga. Setelah mengumumkan dividen sebesar Rp 2,8 miliar, total saham yang beredar adalah 11 juta lembar, menghasilkan EPS sebesar Rp 7.500 per saham.

Contoh Hasil Penelitian

Dalam industri, EPS sering dipandang sebagai angka yang memberikan ringkasan dari berbagai data akuntansi, memberi tahu banyak hal tentang profitabilitas perusahaan saat ini dan masa depan. Penelitian pada industri kertas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa Earning Per Share mempunyai pengaruh dominan terhadap harga saham (Rohmawati dan Herawati, 2016).

EPS dalam Laporan Keuangan

Earning Per Share atau pendapatan per lembar saham merupakan bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki. Nilai rata-rata Earning Per Share pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Konstruksi dan Bangunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018 cenderung fluktuatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) memiliki hubungan yang kuat terhadap harga saham dan dapat dikatakan bahwa Earning Per Share (EPS) searah dengan harga saham (Noviani, 2019).

Kesimpulan

Memahami Earnings Per Share (EPS) merupakan kunci pemahaman fundamental yang mendalam dalam dunia investasi saham. Sepanjang artikel ini, telah dijelaskan betapa pentingnya EPS sebagai indikator yang mencerminkan kesehatan keuangan perusahaan, memberikan investor pengukuran yang berharga terkait efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba bersih per saham. 

Hal ini tidak hanya membantu investor dalam melakukan evaluasi kinerja sebuah perusahaan secara lebih akurat, tetapi juga dalam membuat keputusan investasi yang tepat berdasarkan analisis kinerja keuangan perusahaan.

Sebagai langkah selanjutnya, penting bagi investor untuk terus mempertajam pemahaman mereka tentang EPS dan bagaimana indikator ini berinteraksi dengan faktor-faktor ekonomi makro maupun mikro lainnya yang mempengaruhi pasar saham. 

Melalui studi kasus dan contoh kehidupan nyata yang telah dibahas, menjadi jelas bahwa EPS memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi. Oleh karena itu, memperdalam pengetahuan tentang memanfaatkan EPS dalam strategi investasi merupakan langkah strategis yang akan membantu investor dalam mencapai tujuan finansial.

FAQs

  1. Bagaimana cara menghitung Earning per Share (EPS)?
    • Earning per Share atau Laba per Saham (EPS) dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham biasa yang beredar.
      \(EPS = {Laba \ Bersih \over Jumlah \ Saham \ yang \ Beredar}\)
  2. Untuk apa EPS digunakan dalam analisis saham?
    • EPS digunakan bersama dengan harga saham perusahaan untuk menilai apakah harga saham tersebut tergolong "murah" dengan rasio PER yang rendah atau "mahal" dengan rasio PER yang tinggi.
  3. Apa perbedaan antara EPS dan PER?
    • EPS, atau Laba per Saham, adalah hasil dari pembagian laba bersih perusahaan dengan jumlah saham yang beredar. Sedangkan PER (Price to Earnings Ratio) adalah rasio yang digunakan untuk menilai harga saham suatu perusahaan relatif terhadap laba per sahamnya.
  4. Ciri-ciri EPS yang dianggap baik adalah seperti apa?
    • EPS yang dianggap baik adalah yang memiliki nilai positif dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Kenaikan EPS menandakan perusahaan menghasilkan lebih banyak laba, yang dapat digunakan untuk pengembangan bisnis atau dibagikan sebagai dividen kepada investor.

Referensi

  • Hamid, A., & Kusrina, B. L. (2015). Pengaruh Financial Leverage Terhadap Return on Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) pada Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Benefit: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis, 11(1), 1-10.https://journals.ums.ac.id/index.php/benefit/article/download/1409/963
  • Rohmawati, E. (2013). Analisis Pengaruh Earning Per Share, Return On Equity, dan Debt To Total Asset Terhadap Harga Saham Pada Industri Kertas Yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia.Skripsi, Universitas Brawijaya. https://ub.ac.id/
  • Noviani, P. (2019). Pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Konstruksi dan Bangunan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018). Universitas Komputer Indonesia, https://elibrary.unikom.ac.id/
Similar Posts

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar