15%

RETORIS.ID staff

Martini Ramadhani

03-Mar-2024

Mengupas Tuntas: Apa Itu Saham dan Bagaimana Cara Memulainya?

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan memiliki saham, berarti Anda memiliki hak dan kewajiban sebagai pemilik perusahaan, seperti mendapatkan dividen, menghadiri rapat umum pemegang saham, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Pexels

Saham diterbitkan oleh perusahaan dalam rangka mencari penambahan permodalan di luar pinjaman perbankan dan obligasi. Perusahaan yang menerbitkan saham disebut emiten, dan saham yang diterbitkan disebut emisi. Emiten harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas pasar modal, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk dapat menerbitkan saham.

Saham dibeli oleh investor melalui bursa efek maupun jalur pribadi. Bursa efek adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli saham secara terorganisir dan transparan. Bursa efek juga menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung transaksi saham, seperti sistem perdagangan, sistem penyelesaian, sistem informasi, dan sistem pengawasan.

Investor yang ingin membeli saham di bursa efek harus melalui perantara yang disebut perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas adalah badan usaha yang memiliki izin untuk melakukan kegiatan jual beli saham di bursa efek. Perusahaan sekuritas juga memberikan layanan dan saran kepada investor, seperti analisis saham, rekomendasi saham, dan edukasi saham.

Saham di bursa efek terbagi menjadi beberapa sektor dan jenis, sesuai dengan karakteristik dan kinerja perusahaan. Saham juga memiliki harga yang berfluktuasi sesuai dengan permintaan dan penawaran di pasar. Harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kinerja perusahaan, kondisi makroekonomi, sentimen pasar, dan faktor lainnya.

Investasi saham memiliki keuntungan dan risiko yang tinggi. Keuntungan investasi saham adalah:

  • Potensi keuntungan yang besar.
    Investor dapat memperoleh keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham, serta dari dividen yang dibagikan oleh perusahaan. Keuntungan saham biasanya lebih tinggi daripada instrumen investasi lain, seperti deposito, obligasi, atau emas.

  • Likuiditas yang tinggi.
    Investor dapat dengan mudah menjual saham yang dimilikinya di bursa efek kapan saja, tanpa harus menunggu jatuh tempo atau mencari pembeli sendiri. Likuiditas saham memudahkan investor untuk mengelola portofolio dan mengambil keputusan investasi.
  • Hak kepemilikan perusahaan.
    Investor yang memiliki saham berhak untuk ikut serta dalam pengelolaan perusahaan, seperti memberikan suara dalam rapat umum pemegang saham, mengajukan usulan, dan mengawasi kinerja direksi. Investor juga berhak untuk mendapatkan informasi yang akurat dan transparan tentang perusahaan.

Risiko investasi saham adalah:

  • Risiko pasar.
    Harga saham dapat turun secara drastis karena faktor-faktor yang tidak terduga atau di luar kendali investor, seperti krisis ekonomi, bencana alam, perang, atau pandemi. Risiko pasar dapat menyebabkan kerugian bagi investor, terutama jika investor menjual saham di saat harga saham rendah.
  • Risiko perusahaan.
    Kinerja perusahaan dapat menurun karena berbagai alasan, seperti persaingan usaha, perubahan teknologi, perubahan regulasi, atau masalah internal. Risiko perusahaan dapat menyebabkan penurunan laba, dividen, dan reputasi perusahaan, yang berdampak pada harga saham dan kepercayaan investor.
  • Risiko likuiditas.
    Meskipun saham memiliki likuiditas yang tinggi secara umum, ada beberapa saham yang memiliki likuiditas yang rendah, yaitu saham yang jarang diperdagangkan atau memiliki jumlah penawaran dan permintaan yang rendah. Risiko likuiditas dapat menyulitkan investor untuk menjual saham dengan harga yang diinginkan atau dalam waktu yang cepat.

Untuk mengurangi risiko investasi saham, investor perlu melakukan hal-hal berikut:

  • Melakukan analisis saham.
    Investor harus mempelajari laporan keuangan, kinerja bisnis, prospek usaha, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga saham. Investor juga harus membandingkan saham dengan saham lain yang sejenis atau sektor yang sama, untuk mengetahui nilai wajar dan potensi saham.
  • Melakukan diversifikasi portofolio.
    Investor harus menyebarkan dana investasi ke berbagai saham yang berbeda, baik dari segi sektor, jenis, maupun karakteristik. Diversifikasi portofolio dapat mengurangi risiko spesifik perusahaan dan meningkatkan peluang keuntungan dari berbagai sumber.
  • Melakukan manajemen risiko.
    Investor harus menentukan batas kerugian yang dapat ditoleransi dan mengambil tindakan yang sesuai, seperti menjual saham, memindahkan dana, atau menunggu kesempatan yang lebih baik. Investor juga harus menetapkan target keuntungan yang realistis dan mengambil keuntungan secara bertahap.

Saham adalah salah satu pilihan investasi yang menawarkan keuntungan dan risiko yang tinggi. Untuk berinvestasi saham, Anda perlu memahami apa itu saham, jenis, cara kerja, keuntungan, dan risikonya. Anda juga perlu melakukan analisis saham, diversifikasi portofolio, dan manajemen risiko.

Topik : saham
Similar Posts

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar